Senin, 23 Juli 2012

lucu2

Suatu ketika, seorang cewek yang sedang jengkel karena rayuan gombal cowok, membalas rayuan cowok itu.
 Cew : "Bang, kalo lihat abang, saya jadi ingat lagunya ADA Band."
Cow : "Masa sih neng... Abang jadi GR nih.."
Cew : "Beneran sumpah bang..."
Cow : "Emang lagu apa si neng? Kau Auraku ya...?"
Cew : "Bukan bang..."
Cow : "hmmmm... Surga Cinta ya?"
Cew : "Juga bukan bang"
Cow : "trus lagu apa neng?"
Cew : "MANUSIA BODOH" wkwkwkwkwkw



dari: kumpulan cerita lucu

Selasa, 12 Juni 2012

Poinf of View dalam Cerpen



Point of view berhubungan dengan siapakah yang menceritakan kisah dalam cerpen. Cara yang dipilih oleh pengarang akan menentukan sekali gaya dan corak cerita. Hal ini disebabkan, watak dan pribadi si pencerita (pengarang) akan banyak menentukan cerita yang dituturkan pada pembaca. Tiap orang punya pandangan hidup, cara berpkiri, kepercayaan, maupun sudut emosi yang berbeda-beda. Penentuan pengarang tentang soal siapa yang akan menceritakan kisah akan menentukan bagaimana sebuah cerpen bisa terwujud.
Adapun sudut pandang pengarang sendiri empat macam, yaitu sebagai
berikut.
a.    Objective point of view
Dalam teknik ini, pengarang hanya menceritakan apa yang terjadi, seperti kamu melihat film dalam televisi. Para tokoh hadir dengan karakter masing-masing. Pengarang sama sekali tak mau masuk ke dalam pikiran para pelaku. Dengan demikian, pambaca dapat menafsirkan sendiri bagaimana pandangannya terhadap laku tiap tokoh. Dan dengan melihat perbuatan orang lain tersebut kita menilai kehidupan jiwanya, kepribadiannya, jalan pikirannya, ataupun perasaannya.
Motif tindakan pelakunya hanya bisa kita nilai dari perbuatan mereka. Dalam hal ini, pembaca dapat mendari tafsiran sendiri dari dialog antartokoh maupun tindak-tanduk yang dilakukan tiap tokoh. Pengarang paling hanya memberikan sedikit gambar mengenai kondisi para tokoh untuk “memancing” pembaca mengetahui lebih jauh tentang tokoh-tokoh yang ada dalam cerita.

b.    Omniscient point of view
Dalam teknik ini, pengarang bertindak sebagai pencipta segalanya. la tahu segalanya. la bisa menciptakan apa saja yang ia perlukan untuk melengkapi ceritanya sehingga mencapai efek yang diinginkannya. la bisa keluar-masukkan para tokohnya. la bisa mengemukakan perasaan, kesadaran, jalan pikiran para pelaku cerita. Pengarang juga bisa mengomentari kelakuan para pelakunya. Bahkan pengarang bisa bicara langsung dengan pembacanya.
Ciri omniscient point of view lebih cocok untuk cerita yang bersifat sejarah, edukatif, ataupun humoris. Teknik ini biasa digunakan untuk hal-hal yang bersifat informatif bagia pembaca, yang kiranya memang pembaca belum begitu banyak mengetahui. Tentunya, teknik ini biasanya digunakan dalam penulisannya dilakukan observasi (pengamatan maupun pembacaan).
c.    Point of view orang pertama
Teknik ini lebih populer dikenal di Indonesia. Teknik ini dikenal pula dengan teknik sudut pandnag “aku”. Hal ini seperti seseorang mengajak bicara pada orang lain. Jadi, bukan pengalaman orang lain yang diceritakan. Dengan teknik ini, pembaca diajak ke pusat kejadian, melihat, merasakan melalui mata dan kesadaran orang yang langsung bersangkutan. Tentunya, pemabaca juga harus cerdas membedakan jangan sampai pikiran “aku” dalam cerpen disamakan dengan pikiran si pengarang itu sendiri.
Teknik sudut pandang seperti ini sangat cocok untuk cerpen yang mebceritakan masalah kejiwaan (psikologis) sang tokoh. Pembaca dibawa hanyut dalam setiap gerak emosi sang tokoh.
d.   Point of view orang ketiga
Teknik biasa digunakan dalam penuturan pengalaman seseorang sebagai pihak ketiga. Jadi, pengarang hanya “menitipkan” pemikirannya dalam tokoh orang ketiga. Orang ketiga (“Dia”) dapat juga berupa nama orang. Adapun perkembangan emosi tokoh dalam membentuk konflik dapat dilihat dalam hubungannya antara tokoh utama “dia” dengan tokoh lainnya.
Dengan menggunakan tokoh ini, pengarang bisa lebih leluasa dalam menceritakan atau menggambarkan keadaan tanpa terpaku pada pandangan pribadi, beda halnya dengan menggunakan tokoh “aku”. Sang tokoh utama dapat seolah-olah berkembang sendiri dengan pemikiran sendirinya pula. Dengan demikian, pembaca dibawa untuk memahami sendiri bagaimana tokoh “dia” bertindak tanpa harus memikirkan peranan sang pengarang terhadap tokoh tersebut.

Selasa, 05 Juni 2012

TIPS SUKSES UKK

Oke & PD Menghadapi UKK
  1. Mengetahui Jadwal Ujian. 
  2. Motivasi belajar; menyiapkan materi dengan sebaik mungkin
  3. Mempelajari kembali materi yang sudah disampaikan oleh guru mapel masing-masing pelajaran dengan cara memahami kisi-kisi yang telah diberikan.
  4. Menjawab pertanyaan ujian dengan jujur ketika menghadapi ulangan [percaya diri]. 
  5. Dilarang mencontek. Secara psikologis, kegiatan mencontek memberikan dampak yang tidak baik terhadap peserta ujian seperti (a) perasaan takut ketika mengikuti tes jika ada pemeriksaan mendadak, (b) membuat konsentrasi buyar karena adanya keinginan untuk membuka contekan, (c) mengurangi rasa percaya diri dengan jawaban, dan (d) menyia-nyiakan waktu secara percuma untuk membuat bahan contekan yang belum tentu bisa dipergunakan saat ujian.
  6. Guru membekali siswa dengan strategi pengerjaan soal yang baik
  7. Berdo’a sebelum dan sesudah belajar, agar Allah SWT memberikan pemahaman. 

DP:  Nanang Bagus Subekti, Mohamad Roup


Kamis, 31 Mei 2012

galau @manizetyas ^_^

#HANYA INGIN BICARA

dalam petang yang membayang 
aku hanya ingin bicara
sepatah atau mungkin dua patah kata
dengarkan walau tanpa sua
dalam sirat yang mudah terbaca
dan jangan lagi kau tanya

taukah kau?
tlah kupilih satu bintang
begitu terang sinarnya...
memanjakanku dalam sunyinya cengkraman malam
mainkan lagu seiring suara di kalbuku
petiknya senantiasa kurindu

malam berlalu bersama sinarnya
bukan kuberpaling karena sinarnya 
tapi karena hatimu yang tlah berkata

biarkan aku bernyanyi
bersamanya

Senin, 28 Mei 2012

di saat kumerasa

AKU MALAM INI
(manizetyas)


Perlahan angin berhembus 
Semilir menyibakkan relung batinku
seolah membelai segenap rasa yang tersisa
teringat siapa aku di masa itu
butiran pasir di tepian pantai
terombang-ambing seiring datangnya ombak

Aku masih dalam lamunan panjangku
bayangan itu tak jua enyah menjajah segenap khayalku
pedih menyayat menyaksikan bayangku di balik cermin itu
hanya berteman redup cahaya bintang

segera kusadari
bukanlah aku yang seperti itu
jika ternyata masih ada bintang
yang senantiasa mengiring saat sang dewi purnama
dan taukah kamu??
bintang itu adalah kamu
bintang baru dalam hatiku

(^_^)

 
 


 

Kamis, 12 April 2012

peribahasa kita




1.           Ada uang abang disayang, tak ada uang abang melayang. Hanya mau bersama saat sedang senang saja, tak mau tahu di saat sedang susah.
2.           Menang jadi arang, kalah jadi abu. Kalah ataupun menang sama-sama menderita.
3.           Bagaikan abu di atas tanggul. Orang yang sedang berada pada kedudukan yang sulit dan mudah jatuh.
4.           Ada Padang ada belalang, ada air ada pula ikan. Di mana pun berada pasti akan tersedia rezeki buat kita.
5.           Adat pasang turun naik. Kehidupan di dunia ini tak ada yang abadi, semua senantiasa silih berganti.
6.           Membagi sama adil, memotong sama panjang.
Jika membagi maupun memutuskan sesuatu hendaknya harus adil dan tidak berat sebelah.
7.           Air beriak tanda tak dalam. Orang yang banyak bicara biasanya tak banyak ilmunya.
8.           Air tenang menghanyutkan. Orang yang kelihatannya pendiam, namun ternyata banyak menyimpan ilmu pengetahuan dalam pikirannya.
9.           Air cucuran atap jatuhnya ke pelimbahan juga. Sifat-sifat anak biasanya menurun dari sifat orangtuanya.
10.     Berguru kepalang ajar, bagai bunga kembang tak jadi.
Menuntut ilmu hendaknya sepenuh hati dan tidak tanggung-tanggung agar mencapai hasil yang baik.
11.     Sepandai-pandai tupai melompat, sekali waktu jatuh juga.
Sepandai-pandainya manusia, suatu saat pasti pernah melakukan kesalahan juga.
12.     Tong kosong nyaring bunyinya. Orang sombong dan banyak bicara biasanya tidak berilmu.
13.   Tong penuh tidak berguncang, tong setengah yang berguncang.
Orang yang berilmu tidak akan banyak bicara, tetapi orang bodoh biasanya banyak bicara seolah-olah tahu banyak hal.
14.     Tua-tua keladi, makin tua makin menjadi. Orang tua yang bersikap seperti anak muda, terutama dalam masalah percintaan.
15.   Karena nila setitik, rusak susu sebelanga. Karena kesalahan kecil, menghilangkan semua kebaikan yang telah diperbuat.
16.     Bagaikan burung di dalam sangkar. Seseorang yang merasa hidupnya dikekang.
17.     Terbuat dari emas sekalipun, sangkar tetap sangkar juga. Meskipun hidup dalam kemewahan tetapi terkekang, hati tetap merasa tersiksa juga.
18.     Sakit sama mengaduh, luka sama mengeluh. Seiya sekata dalam semua keadaan.
19.   Malang tak dapat ditolak, mujur tak dapat diraih. Segala sesuatu dalam kehidupan bukan manusia yang menentukan.
20.     Barangsiapa menggali lubang, ia juga terperosok ke dalamnya. Bermaksud mencelakakan orang lain, tetapi dirinya juga ikut terkena celaka.