Kamis, 31 Mei 2012

galau @manizetyas ^_^

#HANYA INGIN BICARA

dalam petang yang membayang 
aku hanya ingin bicara
sepatah atau mungkin dua patah kata
dengarkan walau tanpa sua
dalam sirat yang mudah terbaca
dan jangan lagi kau tanya

taukah kau?
tlah kupilih satu bintang
begitu terang sinarnya...
memanjakanku dalam sunyinya cengkraman malam
mainkan lagu seiring suara di kalbuku
petiknya senantiasa kurindu

malam berlalu bersama sinarnya
bukan kuberpaling karena sinarnya 
tapi karena hatimu yang tlah berkata

biarkan aku bernyanyi
bersamanya

Senin, 28 Mei 2012

di saat kumerasa

AKU MALAM INI
(manizetyas)


Perlahan angin berhembus 
Semilir menyibakkan relung batinku
seolah membelai segenap rasa yang tersisa
teringat siapa aku di masa itu
butiran pasir di tepian pantai
terombang-ambing seiring datangnya ombak

Aku masih dalam lamunan panjangku
bayangan itu tak jua enyah menjajah segenap khayalku
pedih menyayat menyaksikan bayangku di balik cermin itu
hanya berteman redup cahaya bintang

segera kusadari
bukanlah aku yang seperti itu
jika ternyata masih ada bintang
yang senantiasa mengiring saat sang dewi purnama
dan taukah kamu??
bintang itu adalah kamu
bintang baru dalam hatiku

(^_^)

 
 


 

Kamis, 12 April 2012

peribahasa kita




1.           Ada uang abang disayang, tak ada uang abang melayang. Hanya mau bersama saat sedang senang saja, tak mau tahu di saat sedang susah.
2.           Menang jadi arang, kalah jadi abu. Kalah ataupun menang sama-sama menderita.
3.           Bagaikan abu di atas tanggul. Orang yang sedang berada pada kedudukan yang sulit dan mudah jatuh.
4.           Ada Padang ada belalang, ada air ada pula ikan. Di mana pun berada pasti akan tersedia rezeki buat kita.
5.           Adat pasang turun naik. Kehidupan di dunia ini tak ada yang abadi, semua senantiasa silih berganti.
6.           Membagi sama adil, memotong sama panjang.
Jika membagi maupun memutuskan sesuatu hendaknya harus adil dan tidak berat sebelah.
7.           Air beriak tanda tak dalam. Orang yang banyak bicara biasanya tak banyak ilmunya.
8.           Air tenang menghanyutkan. Orang yang kelihatannya pendiam, namun ternyata banyak menyimpan ilmu pengetahuan dalam pikirannya.
9.           Air cucuran atap jatuhnya ke pelimbahan juga. Sifat-sifat anak biasanya menurun dari sifat orangtuanya.
10.     Berguru kepalang ajar, bagai bunga kembang tak jadi.
Menuntut ilmu hendaknya sepenuh hati dan tidak tanggung-tanggung agar mencapai hasil yang baik.
11.     Sepandai-pandai tupai melompat, sekali waktu jatuh juga.
Sepandai-pandainya manusia, suatu saat pasti pernah melakukan kesalahan juga.
12.     Tong kosong nyaring bunyinya. Orang sombong dan banyak bicara biasanya tidak berilmu.
13.   Tong penuh tidak berguncang, tong setengah yang berguncang.
Orang yang berilmu tidak akan banyak bicara, tetapi orang bodoh biasanya banyak bicara seolah-olah tahu banyak hal.
14.     Tua-tua keladi, makin tua makin menjadi. Orang tua yang bersikap seperti anak muda, terutama dalam masalah percintaan.
15.   Karena nila setitik, rusak susu sebelanga. Karena kesalahan kecil, menghilangkan semua kebaikan yang telah diperbuat.
16.     Bagaikan burung di dalam sangkar. Seseorang yang merasa hidupnya dikekang.
17.     Terbuat dari emas sekalipun, sangkar tetap sangkar juga. Meskipun hidup dalam kemewahan tetapi terkekang, hati tetap merasa tersiksa juga.
18.     Sakit sama mengaduh, luka sama mengeluh. Seiya sekata dalam semua keadaan.
19.   Malang tak dapat ditolak, mujur tak dapat diraih. Segala sesuatu dalam kehidupan bukan manusia yang menentukan.
20.     Barangsiapa menggali lubang, ia juga terperosok ke dalamnya. Bermaksud mencelakakan orang lain, tetapi dirinya juga ikut terkena celaka.

kesalahan bahasa


Senin, 19 Maret 2012

DI SAAT MALAS MELANDA


Berlari dari malas! ya, sebisa mungkin memang harus seperti itu. Lantas, bagaimana caranya?

  1. Membasuh muka atau mandi ketika kantuk menyerang.
  2. Mengubah posisi duduk. (asal g tidur aja)
  3. Berpindah tempat (ke kamar bila mungkin, hehhee
  4. Menghirup udara yang segar dengan cara berdiri di dekat jendela
  5. Berjalan-jalan sebentar (cukup membuat tubuh sedikit bergerak)
  6. Berbincang-bincang sebentar dengan keluarga atau teman sekos
  7. Mengubah kegiatan.      (tyas_TSU)

Rabu, 15 Februari 2012

KAN KUKENANG


KAN KUKENANG
(Oleh Tyas Sri Utami)
Teriris sendu
Lesu dalam sudut penantian
Tersekap dalam ruang dan jerit yang kian melengking
Serak isak makin tak berdaya
Menahan isak kepedihan
Merupa dalam bayang bahagia
Semerbak dalam rupa wewangian
Kerlip sinar di sana tak terbaca olehku
Kupeluk kemana pergi bayangmu
Suatu masa yang mempertemukan kita
Masih lekat dalam hati
Kala senja  sedang bermalas dalam rayuan malam
Kita bertepi berteman gemericik air
Yang seolah tak ingin beranjak dari hadapan kita
Bercanda dalam kejaran ombak
Tertawa kita dibuatnya
Aku pun tersenyum sesekali kupandangi wajahmu
Manis,..dalam bias surya yang hampir meredup
Bisikmu menghanyutkan lamunan dan bayanganku
Hatiku bergetar tak menentu
Tak hanya kita yang sedang mereguk bahagia
Tapi juga sepasang bayangan di depan kita
Dalam senja
Kita mengantarkan malam ke peraduan dewi
Tak ingin ku kehilangan masa itu
Masih lekat, hanya dalam ingatan akan masa yang indah

Selasa, 31 Januari 2012

puisi anak_kupu-kupu


Kupu-kupu
(Oleh Tyas Sri Utami)

Beterbangan elok nian rupamu
Cantik menghiasi taman bunga
Hinggap di antara kuncup yang mekar

Ingin aku sepertimu
Menjadi penghuni taman ini
Membuat mereka yang datang
Senantiasa tersenyum memandangmu

Dengan elok sayapmu
Kau buat bunga semakin merona
Bermanja di atas kelopaknya
Oh, kupu-kupu...

 Jadilah kau sahabatku 
Aku kan menyayangimu
Menemanimu terbang
Hinggap di antara bunga yang merekah