Rabu, 15 Februari 2012

KAN KUKENANG


KAN KUKENANG
(Oleh Tyas Sri Utami)
Teriris sendu
Lesu dalam sudut penantian
Tersekap dalam ruang dan jerit yang kian melengking
Serak isak makin tak berdaya
Menahan isak kepedihan
Merupa dalam bayang bahagia
Semerbak dalam rupa wewangian
Kerlip sinar di sana tak terbaca olehku
Kupeluk kemana pergi bayangmu
Suatu masa yang mempertemukan kita
Masih lekat dalam hati
Kala senja  sedang bermalas dalam rayuan malam
Kita bertepi berteman gemericik air
Yang seolah tak ingin beranjak dari hadapan kita
Bercanda dalam kejaran ombak
Tertawa kita dibuatnya
Aku pun tersenyum sesekali kupandangi wajahmu
Manis,..dalam bias surya yang hampir meredup
Bisikmu menghanyutkan lamunan dan bayanganku
Hatiku bergetar tak menentu
Tak hanya kita yang sedang mereguk bahagia
Tapi juga sepasang bayangan di depan kita
Dalam senja
Kita mengantarkan malam ke peraduan dewi
Tak ingin ku kehilangan masa itu
Masih lekat, hanya dalam ingatan akan masa yang indah

Selasa, 31 Januari 2012

puisi anak_kupu-kupu


Kupu-kupu
(Oleh Tyas Sri Utami)

Beterbangan elok nian rupamu
Cantik menghiasi taman bunga
Hinggap di antara kuncup yang mekar

Ingin aku sepertimu
Menjadi penghuni taman ini
Membuat mereka yang datang
Senantiasa tersenyum memandangmu

Dengan elok sayapmu
Kau buat bunga semakin merona
Bermanja di atas kelopaknya
Oh, kupu-kupu...

 Jadilah kau sahabatku 
Aku kan menyayangimu
Menemanimu terbang
Hinggap di antara bunga yang merekah



Kamis, 19 Januari 2012

MIND MAPPING


ENJOY WITH MIND MAPPING
Kegiatan belajar-mengajar dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah metode pembelajaran. Menurut  Akhmad Sudrajat (2008) metode pembelajaran adalah cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Metode merupakan cara pelaksanaan kegiatan dalam mencapai tujuan, yaitu tujuan pembelajaran. Salah satu metode pembelajaran yang telah terbukti mampu mengoptimalkan hasil belajar adalah metode peta konsep atau disebut peta pikiran (mind mapping).
Menurut Edward (2009: 64), peta pikiran (mind mapping) adalah cara paling efektif dan efisien untuk memasukkan, menyimpan dan mengeluarkan data dari atau ke otak. Peta pikiran (mind mapping) merupakan salah satu cara mencatat materi pelajaran yang memudahkan siswa untuk belajar.
Sebelum membuat sebuah peta pikiran diperlukan beberapa bahan, yaitu kertas kosong tak bergaris, pena dan pensil warna, otak, serta imajinasi. Buzan (2009: 15) mengemukakan ada tujuh langkah untuk untuk membuat mind mapping. Tujuh langkah tersebut adalah sebagai berikut:
1)      Dimulai dari bagian tengah kertas kosong yang sisi panjangnya dilektakkan mendatar (landscape). Karena apabila dimulai dari tengah akan memberi kebebasan kepada otak untuk menyebar ke segala arah dan untuk mengungkapkan dirinya secara lebih bebas dan alami.
2)      Menggunakan gambar atau foto untuk sentral. Karena sebuah gambar atau foto akan mempunyai seribu kata yang membantu otak dalam menggunakan imajinasi yang akan diungkapkan. Sebuah gambar sentral akan lebih menarik, membuat otak tetap terfokus, membantu otak berkosentrasi, dan mengaktifkan otak.
3)      Menggunakan warna yang menarik. Karena bagi otak, warna sama menariknya dengan gambar. Warna membuat peta pikiran (mind mapping) lebih hidup, menambah energi pada pemikiran yang kreatif, dan menyenangkan.
4)      Hubungkan cabang-cabang utama ke gambar pusat dan hubungkan cabang-cabang tingkat dua dan tingkat tiga ke tingkat satu dan dua, dan seterusnya. Karena otak bekerja menurut asosiasi. Otak senang mengaitkan dua (atau tiga atau empat) hal sekaligus. Apabila cabang-cabang dihubungkan akan lebih mudah dimengerti dan diingat.
5)      Membuat garis hubung yang melengkung, bukan garis lurus. Karena dengan garis lurus akan membosankan otak. Cabang-cabang yang melengkung dan organis seperti cabang-cabang pohon jauh lebih menarik bagi mata
6)      Menggunakan satu kata kunci untuk setiap garis. Karena dengan kata kunci tunggal dapat memberi lebih banyak daya dan fleksibilitas kepada peta pikiran (mind mapping).
7)      Menggunakan gambar. Karena seperti gambar sentral, setiap gambar bermakna seribu kata.

Jumat, 13 Januari 2012

Diriku Beku

tik tik tik tik.....
tak seperti biasa ia menitik
mengalir dalam kebekuan
tak satu jua yang saksikan
hanya aku dan rintik di sana
bercengkerama dalam kesaksian bisu
tanpa kata dan ucap


cukup!
sudahi kesaksian ini, "jerit sang malam"
bahwa ini hanyalah ungkapan terpendam
jeritku juga mengiringi
hampir tak sampai tanganku mengapai
kisah enggan mengalah

kisah terlalu membuai
antara aku dan dia
kau dan dia
aku dan mereka
dan entah siapa lagi
tulis saja kisahnya di sini












Senin, 07 November 2011

ITUKAH KAMU


ITUKAH KAMU
(Oleh Tyas Sri Utami)

Senja perlahan mengambang
Berbunga dalam cakrawala
Menyelinap dalam sudut malam yang hampir memenuhi relungku
Resahku tak beralamat
Kilau keemasan silaukan pandangku
Samar dan hampir tak teraba, tak terasa
Sepercik sinar menembus sisa-sisa pertahananku
Kecil terangi
Tangan lembutnya perlahan menyentuh
Goreskan tinta dan lukiskan semburat wajah
Satu wajah dengan senyum yang senantiasa merekah
Sambut pagi dan mengantarku dalam lelap
Menimangku dengan nyanyi syahdunya
Dan temaniku dalam pelupuk rindu
Yang senantiasa kurindu
Kunyanyikan dalam lagu penglipur lara
Itukah kamu


Senin, 18 Juli 2011

MENGENAL KARANGAN

CIRI-CIRI KARANGAN
NARASI
·         Menonjolkan unsur perbuatan atau tindakan.
·         Dirangkai dalam urutan waktu.
·         Berusaha menjawab pertanyaan, apa yang terjadi?
·         Ada konfiks.
CIRI-CIRI KARANGAN DESKRIPSI
Karangan ini berisi gambaran mengenai suatu hal/keadaan sehingga pembaca seolah-olah melihat, mendengar, atau merasakan hal tersebut.
Karangan deskripsi memiliki ciri-ciri seperti:
Menggambarkan atau melukiskan sesuatu.
Penggambaran tersebut dilakukan sejelas-jelasnya dengan melibatkan kesan indera.
Membuat pembaca atau pendengar merasakan sendiri atau mengalami sendiri.

CIRI-CIRI KARANGAN EKSPOSISI
Paragraf eksposisi adalah paragraf yang bertujuan untuk memaparkan, menjelaskan, menyampaikan informasi, mengajarkan, dan menerangkan sesuatu tanpa disertai ajakan atau desakan agar pembaca menerima atau mengikutinya.
Ciri-ciri paragraf eksposisi:
a. Memaparkan definisi (pengertian)
b. Memaparkan langkah-langkah, metode, atau cara melaksanakan suatu kegiatan.

CIRI-CIRI KARANGAN ARGUMENTASI
Karangan argumentasi adalah jenis paragraf yang mengungkapkan ide, gagasan, atau pendapat penulis dengan disertai bukti dan fakta (benar-benar terjadi).
Tujuannya adalah agar pembaca yakin bahwa ide, gagasan, atau pendapat tersebut adalah benar dan terbukti.
Ciri-ciri karangan argumentasi:
Menjelaskan pendapat agar pembaca yakin. Memerlukan fakta untuk pembuktian berupa gambar/grafik, dan lain-lain. Menggali sumber ide dari pengamatan, pengalaman, dan penelitian. Penutup berisi kesimpulan.

Sabtu, 02 Juli 2011

Bahasa Kita on Solo Pos

Tyas on Solo Pos Bahasa Kita